SMAS Al Azhaar Gelar TKD dan Wawancara untuk Petakan Potensi Santri Baru Kelas X
TULUNGAGUNG – Memasuki tahun ajaran baru 2026/2027, SMAS Al Azhaar Tulungagung bergerak cepat untuk mengenali dan memetakan potensi para santri barunya. Pada hari Kamis, 9 Juli 2026, sekolah berbasis pesantren ini sukses menyelenggarakan rangkaian Tes Kemampuan Dasar (TKD) dan Wawancara Penerimaan Santri Baru (PSB) khusus untuk kelas X (sepuluh).
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari di kompleks dinamis SMAS Al Azhaar ini diikuti oleh seluruh calon santri baru dengan penuh antusias. Agenda ini dirancang bukan sebagai jalur eliminasi, melainkan sebagai instrumen strategis sekolah dalam menyusun program akademik dan pendampingan bakat yang tepat sasaran.
Mengukur Fondasi Lewat TKD
Rangkaian kegiatan dimulai dengan Tes Kemampuan Dasar (TKD). Dalam sesi ini, para santri baru diuji mengenai pemahaman akademis dasar serta literasi keagamaan yang menjadi ciri khas Al Azhaar.
Menurut Ustadzah Rohmah (Panitia Pelaksana PSB SMAS Al Azhaar) , hasil TKD ini akan menjadi baseline data bagi para guru.
"TKD ini penting agar kami tahu dari titik mana harus mengajar mereka. Setiap santri datang dari latar belakang SMP atau MTs yang berbeda. Dengan tes ini, kami bisa menyamakan frekuensi belajar mereka di kelas X nanti," ujarnya di sela-sela memantau ujian.
Gali Potensi dan Karakter Lewat Sesi Wawancara
Setelah berjibaku dengan soal-soal TKD, para santri beralih ke tahapan berikutnya, yaitu wawancara tatap muka. Berbeda dengan tes tertulis yang kaku, sesi wawancara berlangsung hangat namun tetap terarah.
Aspek utama yang digali dalam wawancara meliputi:
Minat dan Bakat: Pemetaan potensi di bidang akademik, olahraga, seni, hingga organisasi.
Komitmen dan Karakter: Kesiapan mental santri untuk melebur dengan kehidupan berasrama (pesantren).
Kemampuan Mengaji: Penyeragaman dan pemetaan kelas tahfidz maupun madrasah diniyah.
Langkah Awal Menuju Generasi Unggul
Ustadz Abidin (Kepala SMAS Al Azhaar) menegaskan bahwa kombinasi TKD dan wawancara ini adalah kunci untuk melejitkan prestasi santri sejak dini. Dengan mengetahui bakat dan minat mereka sejak hari pertama masuk, sekolah dapat langsung mengarahkan para santri ke ekstrakurikuler atau program unggulan yang sesuai.